CSM

Fondasi beton adalah satu-satunya bagian terpenting dari struktur bangunan karena dapat menjaga bangunan agar tidak runtuh oleh bebannya sendiri. Fondasi yang baik harus tetap pada posisinya tanpa tergelincir, bengkok, terbalik, atau runtuh.

Kata ‘fondasi’ identik dengan kata ‘beton’ karena telah menjadi standar yang digunakan sebagian besar bangunan. Namun air adalah salah satu fokus perhatian utama dalam hal perlindungan fondasi beton. Masalah utama yang dihadapi adalah, air bawah tanah dapat membawa bahan kimia yang berbahaya bagi beton. Dua bahan kimia yang paling berbahaya adalah sulfat dan klorida.

Serangan sulfat mengubah komposisi beton, menurunkan tingkat pemadatannya dan membuatnya mudah retak, dan pada akhirnya dapat menyebabkan disintegrasi beton. kemudian, Jika sulfat menyerang beton, maka klorida menyerang tulangan baja di dalam beton.

Waterproofing untuk Beton, Apakah Harus?

Jika dihadapkan dengan oksigen dan air, serangan klorida dapat merusak baja atau korosi lubang dan secara drastis mengurangi kekuatan dan daya tahan beton. Contohnya adalah struktur pesisir dan lepas pantai yang mengalami serangan klorida yang ekstrem.

Karena kelembapan dari tanah dapat menyebabkan beton kehilangan kekuatan dan ketangguhannya, cara terbaik untuk mencegah migrasi air ini adalah dengan memasang penghalang antara tanah dan beton. Metode yang paling umum adalah melalui waterproofing, di mana penghalang kedap air dipasang antara sumber air dan beton. Penghalang ini bisa datang dalam bentuk waterproofing membranes yang berupa llembaran atau pelapis waterproofing yang berupa lapisan cairan.