Beberapa pemilik bisnis memilih untuk mengerjakan sendiri lantai epoksi untuk menghemat uang. Sayangnya, proyek-proyek ini sering gagal total, dan menghabiskan lebih banyak waktu dan uang dalam jangka panjang. Berikut adalah beberapa alasan paling umum mengapa proyek lantai epoksi DIY tidak berhasil:
- Persiapan Permukaan Buruk
Bisa dibilang langkah paling kritis dalam setiap proyek lantai epoxy adalah persiapan permukaan. Tahap ini memastikan bahwa epoksi akan merekat dengan baik dan menghasilkan permukaan yang halus dan rata. Sayangnya, saat mencoba lantai epoksi DIY, banyak orang membuat kesalahan dengan melewatkan langkah penting ini untuk menghemat waktu. Cacat atau ketidakrataan permukaan menyebabkan benturan, retakan, dan noda yang tidak sedap dipandang.. Dengan mempersiapkan lantai secara memadai, Anda dapat menghindari masalah seperti menggelembung, dan terkelupas. Selain itu, permukaan yang disiapkan dengan baik akan lebih tahan terhadap noda.
- Beton Terkontaminasi
Adhesi adalah kunci dalam pelapisan lantai epoksi. Jika beton tidak disiapkan dengan benar, kontaminan seperti asam lemak, silikon, dan akrilik dapat meresap cukup dalam untuk menimbulkan masalah dan dapat mengakibatkan ikatan yang kurang optimal antara lapisan dan permukaan, yang dapat menyebabkan penurunan kinerja dan daya tahan.

- Kekuatan Ikatan Buruk
Salah satu faktor penting dari lantai epoksi yang baik adalah kekuatan rekatnya. Produk profesional mengungguli produk DIY dalam hal ini.
- Wicking / Wet-Out tidak cukup
Lapisan epoksi yang diaplikasikan dengan baik harus “membasahi” substrat beton, yang berarti harus memenuhi permukaan secara merata. Kantung udara dapat terbentuk di antara lapisan epoksi dan substrat jika hal ini tidak terjadi, menyebabkan delaminasi dan masalah lainnya. Epoksi harus diaplikasikan dalam lapisan tipis dan rata agar pembasahan terjadi dengan benar. Sayangnya, proses ini sering kali sulit dilakukan saat melakukannya sendiri.
- Tingkat Kelembaban
Kelembaban di udara selama proses pemasangan dan perawatan juga dapat menyebabkan masalah lantai epoksi. Kelembaban relatif yang terlalu tinggi dapat menyebabkan epoksi berkeringat dan melepuh. Di sisi lain, suhu yang terlalu rendah dapat menyebabkan epoksi mengering terlalu lambat atau tidak sama sekali.
Dalam kedua kasus tersebut, penting untuk mengontrol tingkat kelembapan selama pemasangan dan proses pengeringan untuk memastikan hasil yang sukses. Ada beberapa cara untuk melakukannya, termasuk menggunakan dehumidifier atau AC.