CSM

Apakah laboratorium Anda digunakan untuk melakukan penelitian biomedis, menguji keamanan produk, atau memelopori teknologi baru, Anda tentu ingin semua orang tetap beraktifitas laboratorium Anda dengan aman. Salah satu aspek keselamatan laboratorium yang sering diabaikan adalah lantai itu sendiri. Lantai Anda tidak hanya membantu mencegah kecelakaan seperti tersandung dan jatuh, lantai juga harus mudah dijaga kebersihannya.

Meskipun solusi lantai yang tepat untuk fasilitas Anda bergantung pada bidang industri Anda, ada beberapa faktor umum yang perlu dipertimbangkan saat memilih lantai untuk laboratorium Anda:

  1. Kemudahan Pembersihan

Anda harus menyapu dan membersihkan lantai laboratorium secara teratur, dan pekerjaan ini dapat diselesaikan dengan lebih efisien pada permukaan yang halus, tanpa retakan, sambungan, atau nat yang dapat memerangkap serpihan atau kelembapan. Lantai juga harus mampu menahan suhu tinggi dan larutan pembersih tanpa melengkung atau rusak.

Meskipun beton adalah pilihan yang sederhana, kuat, dan ekonomis, beton memang memiliki kelemahan utama—yaitu secara teknis beton merupakan bahan berpori. Meskipun Anda biasanya tidak dapat melihat jaringan kantong udara di seluruh permukaan, cairan yang tumpah dapat dengan mudah meresap ke dalamnya dan menyebabkan noda licin.

Dalam kondisi seperti ini, beton dapat menampung mikroba dan menyimpan kontaminan kimiawi, sehingga menurunkan kualitas udara laboratorium. Lapisan lantai  industri atau polyurethane (atau kombinasi keduanya) juga dapat dipasang di atas lantai beton yang ada dan memberikan kemudahan pembersihan ini.

Lantai Higienis untuk Laboratorium Riset

  1. Daya tahan

Anda juga akan menginginkan lantai yang tahan terhadap retakan, goresan, atau lecet yang dapat menciptakan peluang bagi puing-puing untuk terperangkap. Anda harus menghindari masalah seperti pengelupasan, yang dapat menimbulkan bahaya tersandung atau membuat tantangan logistik saat memindahkan barang melalui gerobak dorong. 

Selain itu, Anda juga pasti tidak ingin menutup operasional laboratorium setiap tahun untuk mengganti lantai, jadi lantai yang berumur panjang adalah kuncinya. Baik pelapis epoksi dan polyuretan menawarkan daya tahan tingkat tinggi, dan jika dipasang dan dirawat dengan benar, dapat bertahan selama bertahun-tahun sebelum perlu diganti.