Atap bangunan mempunyai fungsi yaitu untuk memberikan perlindungan dari unsur-unsur, dan untuk menyediakan isolasi termal. Sehingga kita perlu memastikan atap bangunan berkinerja tinggi dan tahan selama beberapa dekade mendatang. Atap bangunan memiliki potensi terbesar untuk menampung air hujan karena luas permukaannya yang besar.
Sehingga, waterproofing tidak diragukan lagi merupakan langkah terpenting dalam proses pemasangan atap. Tidak hanya berfungsi untuk mencegah kerusakan air yang kritis pada bangunan dan segala sesuatu yang berada di dalamnya, atap juga berfungsi melindungi dari pertumbuhan jamur yang dapat menyebar ke langit-langit dan dinding bagian dalam karena penetrasi kelembaban. Berikut adalah beberapa sistem waterproofing,
- Waterproofing yang berbentuk cairan
Cairan dioleskan melalui gulungan atau kuas dan mengering untuk membentuk membran kedap air yang monolitik dan mulus yang juga tahan terhadap sinar UV. Pelapis poliuretan adalah produk yang paling umum untuk metode ini.
- Waterproofing yang aplikasikan dengan obor
Membran membutuhkan obor tiup untuk memanaskan bahan aspal menempel langsung ke atap datar. Metode ini hanya dapat digunakan di luar ruangan dan pada permukaan yang tahan panas, seperti beton.

- Waterproofing yang diaplikasikan dengan Membran Semen
Lapisan waterproofing semen diterapkan sebagai cairan dan menyembuhkan untuk membentuk membran fleksibel. Biasanya dibuat menggunakan polimer khusus yang dicampur dengan campuran semen pilihan dan pengisi bergradasi baik.
- Waterproofing Pelapis Logam
Pelapis logam harus memiliki kemampuan untuk menahan korosi, karat, dan paparan sinar UV. Yang paling umum adalah aluminium dan seng yang tersedia dalam formulasi padatan tinggi dan sesuai dengan VOC.
Yang paling utama adalah, pastikan atap harus benar-benar kedap air agar tidak mengganggu langit-langit di bawahnya.