Bagaimana resep beton yang baik?
- Pertama Anda Butuh Semen
Semen dan beton sering dianggap sebagai hal yang sama, padahal sebenarnya semen adalah bahan terpenting dalam beton. Semen sendiri memiliki bahan yang beragam. Semen kuno berbeda dengan semen modern dalam hal bahan yang digunakan, misalnya abu vulkanik dan kerang laut. Sementara Bahan modern yaitu kapur, batu tulis, pasir, dan bijih besi.
Bahan-bahan tersebut kemudian dihancurkan menjadi potongan-potongan yang lebarnya tidak lebih dari 3 inci. Campuran yang dihancurkan akan dipanaskan hingga sekitar 1.483 Celcius yang memaksa gas yang tertanam untuk keluar.
Hasilnya berupa kepingan mirip marmer abu-abu yang disebut klinker. Klinker ditambahkan dengan bahan lain, seperti batu kapur atau gipsum. Setelah kombinasi tersebut digiling menjadi bubuk, maka kombinasi tersebut akan berubah menjadi menjadi semen, dan siap ditambahkan dengan komponen lain untuk membuat beton.

- Menambahkan bahan lain
Bersama dengan semen, agregat ditambahkan ke dalam campuran. Agregat yang dimaksud yaitu pasir, kerikil, pecahan batu, atau bahkan beton daur ulang yang dihancurkan. Agregat memberikan kekuatan pada beton.
Selain semen dan agregat, beton membutuhkan air untuk mengubah bentuk dari bubuk menjadi pasta, atau menjadi cair. Pada saat itu, campuran beton dituangkan ke dalam cetakan, kemudian dibiarkan mengeras. Proses curing atau pengeringan bisa memakan waktu lebih dari sebulan tergantung keadaan seperti kelembaban, suhu, dan rasio bahan dalam beton itu sendiri.
- Kegunaan Beton
Setelah beton diawetkan, maka akan berubah menjadi zat yang kuat, keras dan tahan terhadap banyak hantaman. Tetapi zat cair dapat membuat beton menjadi korosi seiring waktu. Lalu lintas yang padat atau getaran terus menerus juga merusak struktur beton. Menambahkan lapisan epoksi ke permukaan beton membantu melindungi dari hal tersebut. Lapisan epoksi pun tahan akan goresan, luka, tumpahan, dan korosi. Lantai epoxy juga mampu menyerap getaran dari atas dan bawah.