Berikut adalah 3 penyebab utama keretakan pada beton
1. Pengeringan Penyusutan
Beton secara alami adalah bahan yang berpori. Artinya, pada saat pengeringan, air dalam beton memakan tempat. Lalu kemudian Saat beton mengeras, beton kehilangan kelembabannya melalui penguapan yang mengakibatkan pori-pori kosong.
Proses ini dikenal sebagai penyusutan pengeringan. Karena beton sangat kaku, penyusutan ini menyebabkan peningkatan tegangan tarik, yang dapat menyebabkan retak, lengkungan internal, atau defleksi eksternal. Sehingga, Penyusutan pengeringan adalah alasan nomor satu untuk retakan pada beton.
2. penggunaan control joint yang tidak tepat
Control joint paling sering dipasang di pelat beton yang digunakan di tempat-tempat seperti jalan masuk, trotoar, rumah, lantai basement, dan ruang industri. Control joint umumnya dipasang ke beton selama proses finishing dan ditempatkan sedemikian rupa sehingga beton membentuk pola persegi atau persegi panjang.

Control joint digunakan untuk mencegah area retakan pada beton. Karena, daripada membiarkan retakan terbentuk secara acak, yang tidak indah secara estetika, kontraktor menggunakan control joint. Hal ini dapat mengurangi pergerakan di dalam beton yang mungkin disebabkan oleh perubahan suhu atau penyusutan akibat pengeringan.
3. Praktik konstruksi yang buruk
Praktik konstruksi yang buruk juga dapat menyebabkan terbentuknya retakan pada beton. Misalnya Waktu pengerasan yang tidak memadai, Pemadatan beton yang tidak memadai maupun Menambahkan air yang berlebihan ke dalam campuran. Merupakan kewajiban kontraktor untuk mengikuti semua prosedur aplikasi dan keselamatan yang tepat saat menangani beton. Dengan pengawasan di lokasi yang sesuai dan aplikator yang terlatih, praktik semacam itu dapat dihindari.